Mengharapkan keajaiban sebagai sebuah peristiwa rutin merupakan suatu hal yang tak mungkin rasanya. Jarak antara yang ingin dicapai dan yang bisa dicapai masih tidak bisa diukur. Suatu saat jarak itu begitu dekat, sehingga dengan mudah bisa dicapai. Tapi, dua pertiga dari setiap usahaku masih tak bisa ditempuh. Gagal!
Ada kondisi yang tidak stabil pada proses kreatif ini. Dimana suatu saat antara tangan, hati dan imajinasi mengalir dalam satu arus energi yang terarah sehingga dengan mudah mewujudkan apa yang diinginkan. Jarak ini kayaknya tak bisa dibiarkan. Terlalu banyak yang terbuang sia-sia. Dan jarak itu adalah ILMU.
Ilmu membentuk ruang. Membentuk gerak. Membentuk sesuatu yang artisitik dan unik dengan cara yang spontan. Memang tidak mudah, tapi itu harus dikuasai.
Kun fayakun! Hanya milik Allah. Manusia tetap harus berjuang mati-matian untuk mewujudkan mimpinya. Karena, disitulah makna hidup yang sesungguhnya dalam memperjuangkan cita-cita.