Concept & Philosophy
Concept
My works are a kind of detachment from temporal matters such as political, economical, or social problems. What I expressed in my canvas are inner images of my spiritual experiences on the way I look and understand life, where I place my heart away from grief, anger, or hatred. I am hypnotized by the Great Light which is constantly shining into my life. So, I am very grateful and that is what I offer to other people through my works: the feeling of joy.
My art concept was built on a premise that the whole art process is an effort to harmonize experience components, such as visual, intellect, emotions, or spiritually in a particular aesthetic paradigm.
Philosophy
My art philosophy began with the awareness that dualism is life itself. It is believed as im-yang or negative-positive, masculine-feminine, dark-light and so on, that become conditio sine qua non in life and translated through aesthetics which inherently has its own demands, as shown in my paintings.
Konsep
Konsep kesenianku dibangun diatas sebuah premis bahwa seluruh proses kesenian merupakan usaha untuk mengharmonisasikan setiap komponen pengalaman baik visual, intelektual, emosional atau spritual dalam suatu paradigma estetika tertentu.
Filosofi
Filosofi kesenianku barawal dari kesadaran bahwa dualisme adalah kehidupan itu sendiri. Dipahami sebagai im-yang atau negatif-positif, maskulin-feminin, gelap-terang dan seterusnya, yang menjadi conditio sine qua non dalam kehidupan dan diterjemahkan melalui estetika yang secara inherent memiliki tuntutannya sendiri. Dalam rangka kerangka pikiran seperti itulah, kubangun karya-karyaku.
Bentuk dalam lukisan-lukisanku merupakan simbol-simbol yang terangkat dalam proses unifikasi dari kutub-kutub ekstrim kehidupan yang presentasinya acapkali hasil sublimasi atau sintesa antara bawah sadar dan kesadaran, antara archetypal atau primitif dan advance atau sophisticated.
Konsekuensinya, karena bentuk dipahami sebagai simbol, tuntutan estetika lebih banyak dalam proses simplikasi dan animasi. Sehingga yang tersisa hanya substansi dari pengalaman estetis itu sendiri. Dalam pengertian pengalaman visual, intelektual, emosional dan spiritual, tereduksi ke tingkat yang paling substansial sebagai karya seni yang komunikatif.



candra kwartana said
assl.
i dont know what i have to say…
congrats to om sunandar for having a good childrens and family.
i hope we can meet soon for sharing more.
Allah SWT bless u.